X bola Online Terpercaya main303.com
X Poker Online Terpercaya Main303.org Situs Poker
Cristiano Ronaldo Tetap Nomor 1!

Cristiano Ronaldo Tetap Nomor 1!

Update Terakhir: November 13, 2016

Cristiano Ronaldo Tetap Nomor 1!

Kembali ke awal 2016 dikala Cristiano Ronaldo dipermalukan oleh banyak pihak sebab keterpurukan klubnya. Waktu itu, Real Madrid kalah di El Clasico , Rafael Benitez dipecat dan Ronaldo dikritik sebab kegagalannya dalam memajukan tim.

Cristiano Ronaldo Tetap Nomor 1!
Bukan cuma itu saja lantaran Lionel Messi berhasil mengalahkannya dalam Ballon d’Or – gelar kelima buatnya – dan beberapa hari berselang patung Ronaldo di Madeira dicoret-coret dengan tulisan ‘MESSI 10’. Mungkin peristiwa berikut menjadi titik paling rendah bagi sang megabintang.

Di peristiwa tersebut, Barcelona sedang memimpin La Liga, tetapi Madrid tidak konsisten. Ronaldo frustrasi sebagaimana El Real kemudian menunjuk Zinedine Zidane sebagai pelatih.

Ronaldo menyatakan bahwa timnya bakal memenangkan La Liga terkecuali rekan-rekannya berada di level yang serupa dengan dia. Ia sempat pula muncul berasal dari konferensi pers dikala ditanya mengapa tidak mencetak gol di laga tandang. Ia terhitung dituding miliki jalinan yang tak serasi dengan Gareth Bale – pemain termahal dunia yang dipandang iri dengan Ronaldo.

Namun ia melalui itu semua.

Segalanya kemudian berubah mencolok untuk Ronaldo dengan ZIdane – katalis di balik tahun terbaiknya. Di bawah arahannya, Ronaldo selalu tampil dengan kapabilitas maksimal demi memenuhi ekspektasi pecinta yang sebelum akan ini mencibirnya di Santiago Bernabeu.

Ia mencetak empat gol melawan Celta Vigo dan bertanya pada suporter di mana orang-orang yang mencibirnya saat ini berada. Ia tak ketinggalan mencetak gol kemenangan di partai ke-2 Clasico sementara Messi perlu mengaku kalah.

Waktu itu yang sebabkan Barcelona ungguh khususnya dahulu adalah Gerard Pique – bukan Messi (yang finis keempat di Goal 50 edisi 2016) – sebelum akan selanjutnya Ronaldo dan Real meruntuhkannya. Zidane dan Ronaldo berhasil mempunyai timnya menggapai 12 kemenangan beruntun untuk mengakhiri musim dengan jarak satu poin di belakang Messi dan Barca – yang sempat muncul sebagai salah satu kuda pacu.

Momen berikut menjadi vital – bukan cuma di Spanyol tapi terhitung di Liga Champions – dan Ronaldo menjelma menjadi juru gedor paling menakutkan. Ia mengakhiri turnamen berikut dengan koleksi 16 gol, terhitung sebuah hat-trick di leg ke-2 perempat-final melawan Wolfsburg. Di fase sebelumnya, ia mencetak gol paling baik musim itu – lesakan dahsyat sementara bersua AS Roma. Dan sementara Messi terasa menurun, Ronaldo justru menjadi yang paling menonjol.

Bahkan cedera paha sepekan jelang final tidak dapat menghalanginya; ia selalu tampil untuk menjadi penentu penalti melawan Atletico Madrid di San Siro – yang sekaligus menggaransi trofi ke-11 Liga Champions untuk La Real . Selagi selebrasi tanpa bajunya seolah lebih diingat, tapi itu semua bermula berasal dari kerja kerasnya. Ia pantas mendapatkannya sehabis membnatu timnya melalui semua.

Secara total Ronaldo mengemas 51 gol berasal dari 48 tampilan untuk Madrid (44 gol berasal dari 49 tampilan untuk klub dan negara dalam satu tahun kalender) – yang mana menjadi musim keenamnya beruntun untuk mengemas lebih berasal dari 50 gol – tapi ia menjelang Euro 2016 dengan kesangsian menyangkut kebugarannya. Meski begitu, Ronaldo memaksakan diri dan sekali kembali keras kepala.

Saat tampil di Prancis ia mencatatkan sejarah bersama negaranya. Ia jadi penampil terbanyak untuk Portugal, menyamai torehan gol Michael Platini sebanyak sembilan lesakan di Euro. Ia terhitung jadi pemain pertama yang selamanya mampu mencetak gol di empat turnamen Euro. Dan Ronaldo saat itu mempunyai tanggung jawab yang lebih besar ketimbang pemain manapun untuk mempersembahkan gelar pertama buat negaranya.

Di babak awal ia bermain di posisi yang tidak mestinya di depan dan mengorbankan diri demi kebaikan tim. Ia pun mengemas tiga gol dan memberi tiga assists .

Ia terhitung menyemangati Joao Moutinho untuk mengambil alih penalti di babak perempat-final melawan Polandia – yang sekaligus membuktikan pembawaan kepemimpinannya – dan menyundul bola bersama keras untuk mengeliminasi Wales beserta Bale di semi-final.

Adapun cedera lutut di menit ke-25 di final melawan Prancis di Saint-Denis sebabkan Ronaldo menangis dan tidak mampu melanjutkan permainan. Tapi ia selamanya berada di sana hingga akhir, memberi instruksi kepada kawan setimnya berasal dari tepi lapangan. Jika sebelumnya ia mendukung Portugal lewat permainannya; saat itu adalah giliran mereka untuk mengapresiasi Ronaldo. Rasa sakit dan pengorbanan kemudian terbayar sesudah timnya mengangkat trofi yang diidam-idamkan di Stade de France.

“Bagi saya ini merupakan sebuah kehormatan untuk capai penghargaan ini lagi,” kata Ronaldo saat menerima trofi Goal 50 edisi 2016.

“Ini bukan punya saya pribadi, namun untuk semua kawan setim saya di Madrid dan tim nasional. Saya terlalu suka dan terlalu bangga. Interpretasi saya pada gelar ini adalah sama bersama yang pernah saya menangi sepanjang berkarier: itu takkan mampu diraih tanpa ambisi, bisnis dan kawan satu tim dan mereka yang mendukungmu tiap-tiap hari. Itulah yang terpenting.”

Cedera yang didapat di final itu mengganggu Ronaldo di dalam meniti musim baru. Ia melepaskan Piala Super UEFA di Norwegia dan mengaku susah menemukan ritme di awal musim La Liga. Sementara untuk membandingkannya bersama Messi yang lagi ke performa terbaiknya kelihatan tidak masuk akal, namun patut diingat bahwa Ronaldo terlalu efisien di dalam kalender setahun ketimbang rivalnya asal Argentina tersebut. Messi sendiri bahkan tidak masuk di dalam daftar Pemain Terbaik UEFA pada Agustus tempo hari – Ronaldo lah yang memenanginya dan ia terhitung pantas capai Ballon d’Or 2016.

Sementara itu, kesehatan sang bintang jadi kegalauan tersendiri untuk klubnya, namun tidak ada kesangsian bahwa Ronaldo dapat selamanya jadi pemain andalan. Jika tujuh gol berasal dari 12 laga musim ini adalah sebuah kemunduran, mesti diingat sekali lagi bahwa Ronaldo terlalu luar biasa tahun ini.

“Tujuan saya adalah untuk selamanya berada di dalam situasi terbaik berasal dari segi fisik dan emosi sehingga mampu memberi segalanya untuk tim,” katanya. “Tekad saya adalah untuk memberikan yang terbaik kepada pelatih dan terhitung kawan setim.”

Di usianya yang kini telah 31 tahun, ia justru diberi kontrak baru berdurasi lima tahun; yang membuktikan bahwa masih ada banyak hal yang mampu ia tawarkan. Ronaldo memang tidak selamanya tampil hebat untuk tiap-tiap malam pada 2016, namun ia laksanakan lebih banyak hal untuk memastikan rekor di klub dan negara pecah dan capai musim terbaiknya.

Messi boleh saja mencetak lebih banyak gol, lebih banyak trofi dan mempunyai lebih banyak talenta, namun Ronaldo selaku pemenang Goal 50 mendapati tahun superior di dalam kariernya.

Dan sekarang saatnya bagi Ronaldo untuk lagi ke puncak dunia.

Daftar Judi Online

Main303 merupakan Salah satu situs betting online terbesar yang memiliki pelayanan selama 24 jam untuk melayani para bettor Indonesia, dari segi permainan tidak dapat di ragukan lagi bahwa setiap permainan yang disediakan oleh Main303 memiliki kualitas terbaik.


Bersama Main303 sebagai Agen Judi Bola Online Terpercaya, Situs Caisno Online Terpercaya anda bisa dengan mudah memiliki akun permainan pribadi anda sendiri dengan cara melakukan pendaftaran terlebih dahulu, selain itu untuk masalah soal deposit pun sangat murah sekali dengan hanya minimal deposit Rp 25.000,- pasti anda juga tidak akan merasa keberatan lagi serta untuk minimal betting pada masing-masing permainan berdasarkan bidangnya juga terjangaku misalnya Untuk permainan Bola minimal betting Rp 13.000,- (Mix Parlay), Permainan Casino Online minimal betting mulai dari Rp 1.000,-.